Desember, DPRD Kukar Targetkan Pengesahan APBD 2022
Abdul Rasyid
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kukar 2022 saat ini masih dalam
proses pembahasan Pemkab dan DPRD Kukar.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kukar
Abdul Rasyid usai memimpin Rapat Paripurrna DPRD , Senin (8/11/2021).
Menurut Abdul Rasyid nilai estimasi pada APBD
2022 bekisar Rp4 triliun, dan target Desember 2021 disahkan.
"Mudah mudahan bisa sesuai target untuk
pengesahan APBD 2022 pada Desember mendatang, intinya sebelum batas akhir tahun
sudah disahkan" kata Abdul Rasyid.
Lanjut dia, DPRD Kukar berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah
daerah, agar pengesahan APBD 2022 tepat waktu dan sesuai target.
Ia juga menegaskan bahwa ada pembangunan yang
menjadi perhatian dan prioritas dalam pembangunan di 2022 mendatang.
"Untuk prioritas pembangunan pada 2022
yaitu untuk pembangunan, kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya, karena di
Kukar masih banyak yang harus dibenahi" ucapnya.
Sebelumnya Kepala BPKAD Kukar Sukotjo
menyatakan bahwa TAPD bersama DPRD sudah melakukan singkronisasi jadwal
pembahasan APBD 2022, diharapkan pengesahan APBD bisa dilakukan tepat waktu.”Kalau
sesuai kesepakatan pembahasan dilakukan dan pengesahan APBD lebih cepat,”
katanya.
Perlu diketahui bahwa pada 2021, nilai APBD
Kukar mencapai Rp. 3,6 Triliyun, yang
terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 3,2 Trilyun terdiri dari
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 470 Milyar, Pendapatan Transfer sebesar
Rp 2,76 Trilyun , terdiri atas transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp 2,36
Trilyun dan Transfer Antar Daerah sebesar Rp 393 Milyar yang berasal dari
pendapatan bagi hasil pajak provinsi.
Untuk Belanja Daerah sebesar Rp 3,624 Trilyun
terdiri dari, Belanja Operasi sebesar Rp 2,898 Trilyun meliputi Belanja
pegawai sebesar Rp 1,566 Trilyun , Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 1,296
Trilyun , Belanja Hibah sebesar Rp 27,472 Milyar , Yang sudah masuk untuk
pemberian bantuan keuangan kepada Partai Politik, lalu Belanja Bantuan Sosial
Rp 7,934 Milyar, Belanja Modal sebesar Rp 381,9 Milyar, Belanja Tidak Terduga
sebesar Rp 41,3 Milyar dan Belanja Transfer sebesar Rp 302,7 Milyar.(*riz/adv)